Join The Community

Premium WordPress Themes

Search

Senin, 14 Mei 2012

TEORI TENTANG SUMBER KEJIWAAN AGAMA

Dibawah ini adalah soal-soal ujian mata kuliah psikologi Agama, yaitu yang berkaitan dengan teori monistik; sumber jiwa keagamaan, teori fakulty, bukti empiris bahwa manusia ketika lahir telah membawa potensi beragama, perkembangan agama remaja; Perkembangan pemikirannya dan Perkembangan perasaannya, sikap beragama pada masa remaja adalah percaya dengan kesadaran, sikap agama orang dewasa jika dikaitkan dengan kematangan yang terjadi pada aspek psikisnya.

1. Kemukakan apa saja yang menjadi sumber jiwa keagamaan baik menurut teori monistik maupun teori fakulty..
Jawab:
a. Menurut teori monistik = sumber jiwa keagamaan berasal dari satu sumber kejiwaan.
Tokohnya :
- Thomas van Aquiono dan Fredrick Hegel = yang menjadi sumber jiwa keagamaan adalah berfikir. Manusia ber Tuhan karena manusia berfikir.
- Fredrick Schleimacher = yang menjadi sumber jiwa keagamaan adalah rasa ketergantungan yang mutlak. Dengan adanya rasa ketergantungan yang mutlak manusia merasa dirinya lemah sehingga manusia membutuhkan sesuatu untuk berlindung.
- Rudolf otto = Sumber jiwa keagamaan adalah rasa kagum. Manusia beragama karena dalam dirinya terdapat rasa “Numinous”
- Sigmund freud = sumber jiwa keagamaan adalah libido seksual.
- Mc Dougall = sumber jiwa keagamaan adalah instink. Menurutnya terdapat 14 instink pada manusia.

b. Menurut teori fakulty = perilaku manusia dipengaruhi oleh tiga fungsi yaitu cipta, rasa, dan karsa.
Tokohnya :
- G.M Straton = yang menjadi sumber jiwa keagamaan adalah konflik batin yang terjadi dalam diri. Konflik tersebut terjadi karena adanya pertentangan seperti : baik – buruk, moral – imoral.
- W. H Clark = yang menjadi sumber jiwa keagamaan adalah 2 keinginan dasar manusia yaitu keinginan untuk hidup dan keinginan untuk tidak tetap hidup.
- Zakaria Drajat = yang menjadi sumber jiwa keagamaan adalah 6 kebutuhan dasar manusia, yaitu : Kebutuhan rasa kasih sayang, kebutuhan rasa aman, kebutuhan rasa harga diri. kebutuhan rasa bebas, kebutuhan rasa sukses, kebutuhan rasa ingin tahu.
- W. H Thomas = yang menjadi sumber jiwa keagamaan adalah 4 keinginan dasar manusia, yaitu : keinginan untuk keselamatan,keinginan untuk mendapat penghargaan, keinginan untuk ditanggapi, keinginan untuk pengetahuan/ pengalaman baru.

2. Ada sekelompok ahli yang berpandangan bahwa timbulnya jiwa keagamaan pada anak itu berasal dari lingkungan, karena anak dilahirkan bukan sebagai makhluk religius
Jawab :
a. Dimana letak kebenaran dan dimana pula letak keasalahan dari pandangan ini.
- Letak kebenarannya, pendapat ini melihat manusia dipandang dari segi bentuknya bukan dari segi kejiwaannya dan secara fakta, lingkungan sangat mempengaruhi pribadi individu.
- Letak kesalahannya, teori ini menafikkan adanya potensi yang ada pada diri manusia, dan kelompok ini berpendapat bahwa anak yang baru dilahirkan itu lebih mirip binatang dan mereka juga mengatakan bahwa bayi kera lebih bersifat kemanusiaan dari pada bayi manusia itu sendiri.
b. Bagaimana pandangan islam terkait dengan pandangan itu. Lengkapi dengan dalil!
Islam berpandangan teori ini ada benarnya (Lingkungan mempengaruhi jiwa keagamaan), namun Islam tidak menafikkan adanya fitrah/potensi yang ada pada manusia. Mengenai anak yang baru lahir itu mirip binatang, Islam sangat menentang, karena anak yang dilahirkan dimuka bumi telah membawa fitrah keagamaan, jadi tidak bisa dikatakkan bahwa bayi binatang lebih baik dari pada bayi manusia.
Dalilnya yaitu:
“Setiap bayi yang dilahirkan adalah fitrah. Maka kedua orang tuanya lah yang kemudian membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, dan Majusi.”



3. Kemukakan satu bukti empiris bahwa manusia ketika lahir telah membawa potensi beragama
Jawab :
Bukti dari hasil kajian yang dilakukan Stanley Hall. Dia menemukan adanya kecenderungan kepercayaan pada Adi Kodrati dlm konsep “Totemisme” pada suku Indian. Totem ini pada suku Indian dianggap sebagai binatang yang dipercaya sebagai reinkarnasi leluhur nenek moyang mereka. Binatang itu kemusian dianggap suci dan menjadi lambing ritual keagamaan suku tersebut.

4. Jelaskan bagaimana perkembangan agama remaja jika dikaitkan dengan:
a. Perkembangan pemikirannya
b. Perkembangan perasaannya

Jawab :
a. Perkembangan pemikirannya
Pertumbuhan pengertian tentang ide-ide agama sejalan dengan pertumbuhan kecerdasan. Menurut Piaget perkembangan kognitif usia remaja bergerak dari cara berfikir yang kongkrit menuju cara berfikir yang proporsional. Berdasarkan ini Ronald Goldman menerapkan dalam bidang agama dan membuat kesimpulan “ pertumbuhan kognitif memberi kemungkinan terjadi perpindahan/ transisi dari agama yang lahiriyah menuju agama yang batiniyah.
Agama pada remaja berkaitan dengan hal-hal yang abstrak seperti tentang hari akhirat, syurga, neraka dll. Pengertian tentang hal abstrak baru dapat diterima apabila pertumbuhan kecerdasan individu telah memungkinkan untuk itu. Dan kemudian perkembangan pemikirannya berkembang kea rah berfikir logis.

b. Perkembangan perasaannya.
Pada masa ini dimana anak sudah mulai menghayati prikehidupan dalam llingkungannya karena dalam diri anak sedang berkembang perasaan etis (perasaan akan keindahan), estetis (perasaan akan norma dan aturan yang berlaku), dan social (perasaan dalam berinteraksi dilingkungan sosial masyarakat).
Dampaknya pada agama adalah, jika dalam lingkungannya berprikehidupan yang religius, maka hal itu akan mendorong remaja untuk lebih dekat kearah kehidupan yang religius pula tapi apabila sebaliknya jika remaja mendapatkan pendidikan agama dan hidup dalam lingkungan yang berprikehidupan tidak religius, maka akan mendorong remaja untuk berbuat semau-maunya memngikuti dorongan yang timbul dalam dirinya yang didominasi oleh dorongan seksual.

5. Salah satu sikap beragama pada masa remaja adalah percaya dengan kesadaran.

Jawab :
a. Apa penyebab munculnya sikap ini.
- Meredanya kegoncangan yang dialami remaja sebagai dampak dari perubahan jasmani yang begitu cepat.
- Hampir selesainya pertumbuhan jasmani.
- Kemampuan berfikir yang sudah semakin matang.
- Bertambahnya kemampuan remaja.
Kondisi ini mendorong remaja untuk lebih memikirkan dirinya sendiri, ingin mengambil tempat dan menonjol dalam masyarakat, perhatiannya pada ilmu pengetahuan, agama dan social bertambah.

b. Apa karekteristik dari sikap percaya dengan kesadaran ini.
- Dalam diri remaja muncul semangat keagamaan yang dimulai dari munculnya kecenderungan remaja untuk meninjau kembali cara beragama yang diterima masa kecil dulu.
- Remaja punya keinginan untuk menjadikan agama sebagai suatu lapangan baru untuk membuktikan kepribadiannya

c. Bagaimana realisasinya jika semangat agama yang muncul pada remaja dalam bentuk positif.
Tindakan dan sikap keagamaan remaja yang memiliki semangat yang positif akan terlihat berbeda satu sama lain. Hal ini sesuai kecenderungan kepribadian yang dimiliki oleh remaja bersangkutan.
a. Bagi remaja yang berkepribadian ekstrovert/ terbuka:
- Cenderung menunjukkan aktivitas agamanya keluar seperti, melakukan kegiatan keagamaan yang bersifat social dan melakukan perbaikan-perbaikan social dalam bidang agama.
- Cenderung bisa bergaul erat dengan orang yang berbeda agama atau aliran.
b. Bagi remja yang berkepribadian introvert/ suka menyendiri/ tertutup :
- Cenderung untuk mencari kepuasan dalam berdo’a, sholat dan ibadah lainnya.
- Tidak senang melakukan aktivitas agama yang bersifat keluar/ social.

6. Bagaimana sikap agama orang dewasa jika dikaitkan dengan kematangan yang terjadi pada aspek psikisnya.

Jawab :
Kemantapan dan stabilitas orang dewasa menyebabkan orang dewasa memiliki tanggung jawab terhadap sistem nilai yang dipilihnya, baik sistem nilai yang bersumber dari norma-norma lain dalam kehidupan. Jadi sikap keagamaan pada orang dewasa sudah stabil dan sulit untuk diubah dan jika terjadi perubahan maka prose situ setelah didasarkan atas pertimbangan yang matang. Sehingga terdapat 2 kemungkinan yang terjadi pada agama orang dewasa yaitu, bersikap taat pada agama atau bersikap anti agama. Dan hal ini sangat tergantung dari sumber sistem nilai yang dipilihnya.

7. Kemukakan alas an mengapa dalam keadaan berikut ini individu termotivasi berkelakuan religius

Jawab :
a. Dalam keadaan frustasi.
Manusia termotivasi untuk berkelakuan religius karena awalnya pada saat seseorang itu frustasi, seseorang itu akan lari dan menjerumuskan dirinya kehal-hal yang negative dengan harapan untuk menghilangkan rasa frustasinya tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Karena ketika mereka merasa butuh perlindungan untuk dapat menghilangkan rasa frustasinya maka mereka akan mulai mendekati agama dan berkelakuan religius dengan harapan Tuhan dapat menolong mereka.

b. Dalam situasi ingin menjaga kesusilaan dan tata tertib.
Orang berkelakuan religius dapat dikarenakan oleh lingkungan dimana ia berada. Jika orang tersebut berada dalam lingkungan yang selalu menjaga kesusilaan dan tata tertib beragama maka untuk menghormati dan menghargai peraturan tersebut membuat orang termotivasi untuk berkelakuan religius.

0 komentar:

Poskan Komentar