Join The Community

Premium WordPress Themes

Search

Jumat, 18 Mei 2012

JENIS-JENIS METODE DAN INSTRUMEN PENELITIAN


Jenis-jenis Metode dan instrumen Pengumpulan data jika dibahas tidak dapat dipisahkan dari masalah Evaluasi atau pengukuran. Jadi membicarakan  jenis metode dan  alat atau instumen maka harus membicarakan evaluasi (Suharsimi, 1987). Secara Garis Besar alat evaluasi dapat digolongkan menjadi dua bagian yaitu (1) Tes dan (2) Non-Test. Untuk membicarakan tentang Methode dan Instrumen pengumpulan data maka akan dipisahkan menjadi instrumen dan metode yang berkategori test dan Non test.
a.   Test
Tests adalah serentatan pertanyaan atau latihan atau alat lain yang digunakan  untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimilki oleh individu atau kelompok (Suharsimi, 1987). Beberapa jenis test dapat dikemukakan sebagai berikut:
  • Test Kepribadian atau personality test yaitu test ynag digunakan untuk  mengungkap kepribadian seseorang. Misalnya self-concept, kreatifitas dsb
  • Tes Bakat atau Aptitude Test
  • Tes intelegensi atau intelegence Test
  • Test Sikap atau Attitude Test
  • Tekhnik Proyeksi
  •  Test Minat
  • Test Prestasi
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain dengan maksud agar orang yang diberi tersebut bersedia memberikan respon sesuai dengan permintaan pengguna. (Arikunto, 2000) Orang yang diberi angket oleh peneliti disebut sebagai Responden.
Berdasarkan Responden angket dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu angket terbuka dan angket tertutup.
1).    Angket Terbuka adalah angket yang disajikan dalam bentuk sedemikian rupa sehingga responden  dapat memberikan isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya. Angket terbuka digunakan jika peneliti tidak dapat menduga  kemungkinan alternatif jawaban yang ada pada responden. Keuntungan menggunakan pertanyaan terbuka menurut arikunto adalah: (1) Bagi Responden mereka dapat mengisi sesuai dengan keinginan dan keadaannya, (2) Bagi penelitia akan memperoleh data  yang bervariasi.
Contoh Pertanyaan Angket Terbuka:
Pelatihan apa saja yang pernah anda ikuti  yang dapat menunjang tugas anda di Sekolah?. Tuliskan apa, dimana dan berapa lama!
Jawab:
No
Jenis Pelatihan
Tempat Pelatihan
Berapa Hari
1
…………………
…………………
…………………
2
…………………
…………………
…………………
3
…………………
…………………
…………………
4
…………………
…………………
…………………

2)   Angket Tertutup adalah angket yang disajikan dalam bentuk  sedemikian rupa sehingga respopnden tinggal memebrikan tanda silang atau centang pada kolom atau tempat yang sesuai (Arikunto, 2000) Sebagai Contoh adalah:
Pernahkan anda mengikuti Pelatihan yang dapat menunjang tugas anda?
Jawab :
a. Ya
b. Tidak
3)   Angket Campuran adalah gabungan antara angket terbuka dan angket tertutup. Contoh seabgai berikut:
Pelatihan Apa yang sering anda ikuti dan berapa hari lamanya?
  1. Pelatihan Penysunan Kisi-Kisi Soal                                       ……hari
  2. Pelatihan Penyusunan Format Evaluasi Fotrofolio              ……hari
  3. Pelatihan Penggunaan Media Pengajaran                           ……hari
Berdasarkan Jawaban yang diberikan maka Questioner dapat dibagi menjadi Kuesioner Langsung dan Kuesioner Tidak Langsung. Kuesioner langsung jika responden menjawab tentang dirinya sendiri dan Kuesioner tidak langsung jika responden menjawab  tentang orang lain.
Selain itu Kuesioner  dapat dilihat dari bentuknya yaitu Kuesioner pilihan ganda, Kuesioner Isian dan Kuesioner rating scale Secra khusus dapat dikemukakan keuntungan dan kerugian menggunakan Kuesioner sebagai berikut:
KeuntunganKerugian
  • Tidak memerlukan hadirnya peneliti
  • Dapat dibegikan serentak kepada resoponden
  • Dapat dijawab sesuai dengan kecepatan masing-masing responden
  • Dapat dibuat anonim sehingga resp[onden tidak malu menjawab
  • Dapat dibuat standar sehingga responden diberi pertanyaan yang sama
  • Sering ada pertanyaan yang tidak dijawab responden
  • Sukar dicari Validitasnya
  • Kadang responden tidak memberikan jawaban yang betul
  • Sering tidak kembali terutam yang menggunakan jasa pengiriman
  • Waktupengembalian tidak bersamaan

c.    Interview
Salah satu cara yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah dengan metode interview. Dengan metode ini peneliti harus memikirkan tentsng pelaksanaannya, mulai pada sikap pada waktu datang  sikap duduk, tutur kata, keramahan serta keseluruhan penampilan akan sangat berpengaruh terhadap isi jawaban responden, maka perlu adanya latihan yang intensif bagi calon interviewer.
Sebelum melakukan interview harus mempersiapkan pedoman wawancara agar tidak ada pokok-pokok yang tertinggal dan pencatatannya lebih cepat (Suharsimi, l987:183).
Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara  yaitu :
  1. Pedoman wawancara tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Kreativitas pewawancara sangat diperlukan karena hasilnya tergantung dari pewawancara. Pewawancaralah pengemudi jawaban responden, jenis interviu ini cocok untuk penelitian kasus.
  2. Pedoman wawancara terstruktur yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai check-list. Pewawncara tinggal membubuhkan tanda v (check) pada nomor yang sesuai.
Pedoman wawancara yang banyak digunakan adalah bentuk “ semi structured”. Dalam hal ini intervier mula-mula menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstrukltur, kemudian satu persatu diperdalam  dalam mengorek keterangan lebih lanjut. Dengan demikian jawaban yang diperoleh bisa meliputi semua  variabel dengan keterangan yang lengkap dan mendalam.
Untuk memperoleh data sesuai yamg diharapkan maka pewawancara harus latihan terlebih dahulu, misalnya calon pewawancara mempelajari pedoman wawancara dan hal-hal yang berhubungan dengan kondisi wawancara. Disamping itu calon pewawancara dilatih bagaimana menjadi pewawancara yang baik.
Wawancara harus dilaksanakan dengan efektif, artinya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dapat diperoleh data sebanyak-banyaknya. Bahasa harus jelas, terarah, suasana rileks agar data yang diperoleh dalah data yang obyektif dan dapat dipercaya.
d.           Observasi
Observasi sering diartikan sempit sebagai bentuk kegiatan  yakni memperhatikanm sesuatu dengan menggunakan mata. Dalam pengertian  psikologik, observasi atau pengamtan melitputi kegiatan pemusatan perhatian  terhadap sesuatu obyek dengan menggunakan seluruh panca indera. Dengan demikian maka dalam konteks penelitian maka pengamatan tersebut dapat berupa  tes, kuesioner, rekaman gambar dan rekaman suara.
Secara umum observasi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:
1)     Observasi non sistematis yaitu observasi yang dilakukan  oleh pengamat dengan tidak menggunakan instrumen pengamtan.
2)     Observasi sistematis yaitu observasi yang dilakukan oleh pengamat dengan menggunakan pedoman sebagai instrumen pengamatan.
Pedoman observasi dapat berupa Sign sistem yaitu instrumen observasi yang menggunakan tanda atau tally pada kolom tempat peristiwa yang muncul dan cara ini biasa juga disebut dengan sistem tanda. Selain sistem tanda juga dikenal sistem Kategori yanitu sistem pengamatan yangmembatasi sejumlah variabel. Pengamat hanya mengamati kejadian-kejadian yang tergolong pada kategori yang akan diteliti.
e.   Daftar Cocok (Check List)
Check List sesungguhnya dapat dikategorikan sebagai angket tertutup dimana angket tertutup adalah angket yang diberikan kepada responden dan responden hanya memilih atau memberikan cros check pada pilihan yang sesuai.. Akan tetapi daftar cocok bukanlahangket akan tetapi bentuk yang memuat beberapa pertanyaan  dan jawaban yang seragam.
Contoh:
Berikan tanda silang (X) pada kolom yang menunjukkan jenis pekerjaan yang anda kerjakan dirumah seperti tertera di bawah ini;
No
Jeis Pekerjaan
Dikerjakan oleh Anda
Dikerjakan Bersama
Dikerjakan Pembantu
1Menyiapakan Sarapan
2Membersihkan Rumah
3Mencuci
4Menyetrika
….
Dari contoh tersebut diatas maka jawaban responden akan seragam dengan variasi jawaban 3 macam yaitu dikerjakan oleh anda, dikerjakan bersama dan dikerjakan pembantu
f.     Skala
Rating atau skala bertingkat adalah suatu ukuran  subyektif yang dibuat berskala (Suharsimi, 1987) . Skala menunjuk pada sebuah instrumen  pengumpul data yang bentuknya seperti daftar cocok tetapi alternatif yang disediakan  merupakan sesuatu yang berjenjang. Skala banyak digunakan untuk mengukur  aspek-aspek kepribadian atau aspek kejiwaaan yang lain.
Sebagai contoh adalah penggunaan skala Likert yang biasanya menggunkan lima tingkatan yaitu: Selalu, Kadang-kadang, Tidak Pernah atau Baik, Cukup, Jelek atau Besar, Sedang, Kecil. Selain itu juga sering digunakan adalah Skala Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Abstain (A) Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Pemilihan alternatif diserahkan kepada keinginan peneliti yang menciptakan instrumen tersebut.
Skala lain yang juga sering digunakan adalah Skala inkels. Jika Skala Likert disusun menurut jenjang kualitas tertentu maka skala Inkels disusun berdasarkan jenjang  nilai suatu perbuatan.
Misalnya :
Jika anda melihat kecelakaan dan korban masih tergeletak di TKP apa yag anda akan lakukan:
  1. Langsung mendekat dan membawa kerumah sakit
  2. Membiarkan kejadian tersebutMinta orang lain yang punya kendaraan untuk mengangkut kerumah sakit
  3. Mananyakan alamat korban dan memberitahu keluarganya
Mengukur aspek kejiwaan tidak dapat dilakukan secara langusng karena jiwa bukanlah sesuatu yang dapat dilihat secara langsung. Untuk melakukan pengukuran dan pengumpulan data biasanya digunakan model :
a)     “YA atau TIDAK” misalnya pertanyaan pada responden “Saya Belajar 2 Jam sirumah setiap hari” YA atau Tidak”
b)     Bentuk “Cermin DIRI” Misalnya Saya mudah Marah di Rumah” “SETUJU atau TIDAK SETUJU”
c)      Bentuk “skala untuk sifat”  baik sifat positif dan negatif misalnya sifat ramah, teliti, dermawan penolong dsb dan sifat positif adalah  malas, pesimis, pemboros dsb.
g.   Daftar  dan Tabel
Penggunaan daftar tabel adalah merupakan instrumen yang digunakan dalam penelitian leterer atau penelitian dokumentasi. Misalnya  Peneliti ingin meneliti kata-kata prokem apa saja yang sering muncul dalam majalah remaja. Maka peneliti menulis beberapa kata-kata prokem yang diperkirakan akan muncul seperti Do’I, Bokap, nyokap dan seterusnya.
 h.   Dokumentasi
Dokumentasi asal katanya adalah dokumen yang berarti barang tertlis. Dalam melaksanakan metode dokumentasi ,peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalh, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat ctatan harian dan sebagainya.
Metode dokumentasi dapat dilaksanakan dengan :
  •  Pedoman Dokumentasi yang memuat garis besar atau kategori yang akan dicari datanya
  •  Chek List, yaitu daftar variabel yang akan dikumpulkan  datanya. Delam hal ini peneliti membbubuhkan tanda atau tally  setiap pemunculan data yag dimaksud.
Perlu diketahui bahwa dokumen tidak  yang berwujud tuisan saja akan tetapi dapat berupa benda-benda peninggalan jika yang diteliti terkait dengan hal tersebut.
SUMBER :

0 komentar:

Poskan Komentar