Join The Community

Premium WordPress Themes

Search

Sabtu, 07 April 2012

HUBUNGAN ANTARA IMAN, ISLAM DAN IHSAN

A.     Pengertian Islam
1)      Pengertian Islam
Kata Islam berasal dari bahasa Arab yang mempunyai bermacam-macam arti diantaranya:
1.  Salam artinya Selamat, aman sentosa, sejahtera. Yakni aturan hidup yang dapat menyelamatkan manusia didunia dan akhirat.
2.  Aslama artinya menyerah atau masuk Islam. Yakni mengajarkan penyerahan diri kepada Alloh.
3.   Silmun artinya keselamatan atau perdamaian.
4.   Salamun artinya tangga atau kendaraan
Menurut istilah Islam adalah agama Alloh yang diwahyukan kepada rasul-rasul-Nya sejak nabi Adam AS hingga nabi terakhir Muhammad SAW. Agama islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia baik keyakinan Ibadah, social, hukum politik, ekonomi, dan lain sebagainya yang menjadi pedoman hidup bagi seluruh umat manusia agar tercapai kshidupan yang  diridhoi Alloh SWT dan kebahagiaan hidup didunia dan akhirat.
Islam sebagai agama Samawi terakhir memiliki hubungan erat dengan yang sebelumnya berupa:
·   Merupakan agama universal (berlaku untuk segenap umat manusia sepanjang masa diseluruh dunia
·   Dibawakan oleh nabi Muhammad SAW merupakan penyempurna agama Alloh yang diwahyukan kepada rosul sebelumnya
·      Merupakan pelurus dan pengoreksi terhadap perubahan atau penyimpangan yang terjadi pada agama-agama sebelumnya.



2)      Kebenaran agama Islam
Islam adalah agama yang paling diridhoi disisi Alloh dan sebagai agama yang benar ajaranya, dikuatkan dengan alasan dan bukti sebagai berikut:
1.      Jelas asal usulnya yaitu sebagai agama wahyu yang terakhir.
2.      Dibawakan oleh nabi terakhir Muhammad SAW
3.      Diterangkan dalam kitab sucinya yaitu Al-Quran
4.      Ajaranya tidak bertentangan dengan fitrah manusia
5.      Mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dan dapat diamalkan secara praktis oleh pemeluknya
   Sebagai agama samawi Islam memiliki sumber ajaran yaitu Al-Quran, Hadist, Ijma’ dan Qiyas. 
3)      Aspek-aspek ajaran Islam
Secara garis besar, aspek ajaran Islam terdiri atas 3 hal yaitu:
1.      Aqidah merupakan fondasi agama Islam yang sifat ajaranya pasti, mutlak kebenaranya, terperinci dan monoteistis. Inti ajaranya adalah mengEsakan Alloh
2.      Syariah Secara bahasa berarti “jalan yang harus dilalui” sedangkan menurut istilah berarti “ketentuan hukun Alloh yang mengatur hubungan manusia drngan Alloh, manusia dengan manusia, manusia dengan flora dan fauna serta alam sekitarnya. Syariah dibagi menjadi beberapa bidang yaitu:
a.       Ibadah adalah hubungan manusia dengan Alloh. Ibadah dibagi menjadi 2 macam yaitu Mahmudah dan Ghoiru Mahmudah.
b.      Muamalah yaitu aturan tentang hubungan manusia dengan manusia dalam rangka memenuhi kepentingan hidupnya.
3.      Akhlaq menurut bahasa berarti “perbuatan spontan” sedangkan menurut istilah adalah aturan tentang perilaku lahir dan batin yang dapat membedakan antara yang terpuji dan tercela. Akhlak yang benar menurut islam adalah yang dilandasi iman yang benar. Secara garis besar akhlaq islam mencakup manusia kepada Alloh, diri sendiri, sesame manusia, maupun terhadap flora dan fauna serta alam.
B.     Pengertian Iman
Pengertian Iman adalah membenarkan dengan hati, diikrarkan dengan lisan dan dilakukan dengan perbuatan. Iman secara bahasa berasal dari kata Aaman-Yu’minu-Iimaanan artinya meyakini atau mempercayai. Pembahasan pokok aqidah Islam berkisar pada aqidah yang terumuskan dalam rukun Iman yang ada enam yaitu:
1.      Iman kepada Allah Yaitu mempercayai bahwa adalah dzat yang maha esa beriman kepada alloh adalah membenarkan dengan yakin akan eksistensi Alloh dan keesaannya baik dalam perbuatannya pnciptaan alam seluruhnya maupun dalam pnerimaan ibadah segenap hambanya
·        Bukti keesaan alloh
Keesaan Alloh atau tauhid merupakan konsep refolusioner yang merupakan inti ajaran islam. Didalamnya terkandung pengertian bahwa hanya ada satu tuhan penguasa alam semesta. Bukti keesaan Alloh dengan cara mudah dimengerti adalah kalau tuhan lebih dari satu, keteraturan dan ketundukan alam semesta tidak akan terwujud sehingga hal ini mungkin terjadi apabila hanya ada satu tuhan yang mengatur dan mengendalikannya.
·        Hukum beriman kepada Alloh
Alloh dengan jelas memerintahkan agar manusia hanya menyembah Alloh dan jangan sekali kali menyekutukannya dengan sesuatu yang lain. Perintah itu berarti wajib hukumnya pecaya kepada yang telah menciptakan alam semesta yaitu Alloh.
·        Akibat bagi orang yang tidak beriman kepada Alloh
ü      Tidak dapat menerima kebenaraan
ü      Selalu dalam keaadan bimbang dan ragu
ü      Tidak boleh di angkat menjadi pemimpin bagi kaum yang beriman hanya akan memperoleh kemenangan sementara
ü      Menjadi musuh alloh akan mendapat siksaan neraka
·        Alloh mempunyai sifat-sifat diantaranya yaitu hidup, tidak berpemulaan, kekal, maha kuasa, maha tahu, berkemauan bebas, berbeda dengan makhluk-Nya,  maha melihat dan mendengar.
·        Hikmah beriman kepada Alloh
ü      Kemerdekaan jiwa dari kekuasan orang lain
ü      Dapat menimbulkan keberanian untuk terus maju dalam membela kebenaran
ü      Menimbulkan keyakinan yang kuat
ü      Mendapatkan kehidupan yang baik, adil dan makmur akan diprcepat oleh alloh   
2.      Iman kepada malaikat-Nya adalah mempercayai bahwa Alloh mempunyai mahluk yang ghoib bernama malaikat yang tidak pernah durhaka pada-Nya, senantiasa melaksanakan tugasnya dengan cermat dan sebak-baiknya. Ada sepuluh malaikat yang wajib di ketahui oleh umat islam :
1.      Jibril tugasnya menyampaikan wahyu
2.      Mikail tugasnya menyelengarakan rizki mahluk
3.      Isrofil tugasnya meniup sangkakala dan menjaga alam
4.      Izroil tugasnya mengurus pencabutan roh
5.      Ridwan tugasnya menjaga surga
6.      Malik menjaga  neraka
7.      Roqib mencatat amal baik manusia
8.      Atid mencatat amal buruk manusia
9.      Mungkar dan 10. Nakir mengajukan pertanyaan pada mayat di dalam kubur.

3.      Iman kepada Kitab-kitab-Nya adalah mempercayai bahwa Alloh mempunyai kitab-kitab yang di turunkan kepada rosulnya sebagai pedoman hidup bagi umatnya. Kitab Alloh dan kalamulloh artinya perintah atau ketentuan Alloh. Setiap manusia berkewajiban mengimani semua kitab Alloh sebagimana yang tercantum dalam Al-quran surat al-Baqoroh ayat 85. Adapun kitab-kitab yang wajib diimani dan tercatat dalam Al-quran ialah :
1.      Kitab Taurot di turunkan kepada nabi  nusa as. Qs al Baqoroh ayat 53
2.      Kitab Zabur  di turunkan kepada nabi daud as. Qs al Israa ayat 55
3.      Kitab Injil diturunkan kepada nabi isa as. Qs al Maidah ayat 46
4.      Kitab Al-qur’an diturunkan kepada nabi Muhammad saw. Qs Thaha ayat 113.
Keistimewaan Al-quran dari kitab-kitab lainnya:
§       Merupakan penyempurnaan kitab alloh sebelemnya yang berisi bimbingan dan petunjuk bagi manusia untuk memperoleh husnul khotimah dengan menghindari berlaku durhaka kepada alloh.
§       Masa berlakunya alquran tidak terbatas.
§       Keaslian isinya terpelihara
§       Ajarannya sempurna dan mudah di mengerti
4.      Iman kepada Rosul-rosul-Nya adalah meyakini bahwa alloh mengutus rosul–rosul untuk menyampaikan perintah-perintah-Nya pada umat manusia. Rosul adalah manusia biasa yang di  pilih oleh Alloh dengan diberi wahyu untuk disampaikan kepada umatnya dan dijadikan sebagai pedoman agar memperoleh kebahagiaan didunia dan akherat. Wahyu dari segi bahasa dapat bararti isyarat, ilham atau perundingan yang bersifat rahasia. Sedangkan wahyu menurut istilah adalah nama bagi sesuatu yang dididatangkan dengan cara cepat dari Alloh kedalam dada para nabi dan rasulnya. Terus rasul  juga bertugas memberi bimbingan dan contoh teladan yang sebaik-baiknya bagi umatnya. Para rosul diutus alloh sejalan dengan tahap perkembangan hidup umat manusia yaitu, pertama masa kanak-kanak. Para rosul diutus kepada umat tertentu untuk membawa ajaran tauhid, ahlak dan ibadah langsung kepada Alloh. Kedua, masa remaja. Sejarah umat manusia ketika para rosul diutus dalam rangka melangsungkan ajaran tauhid, akhlak dan ibadah langsung kepada Alloh.  Ketiga, masa dewasa. Sejarah umat manusia ditandai dengan kekuatan akal. Komunikasi antar umat mulai dirasakan kompleks, karena berbagai macam faktor pertukaran kebutuhan hidup.
5.      Iman kepada hari akhir adalah mempercayai atau meyakini akan adanya hari dimana Alloh akan mengakhiri semua kehidupan di alam semesta. Iman terhadap adanya hari akhir merupakan kewajiban  bagi setiap muslim, karena termasuk salah satu rukun iman. Apabila seseorang mengimani akan adanya Alloh dia dengan sungguh-sungguh mempelajari dan selalu  mengingat-Nya. Begitupula seseorang yang mengimani akan adanya hari akhir. Untuk  menuju kepada keyakinan yang penuh akan adanya hari akhir diperlukan adanya pemahaman tentang:
a.       Pengertian Iman kepada hari  akhir artinya percaya bahwa  ada kehidupan lain yang akan di alami oleh setiap manusia setelah dia meninggal. Orang yang tahu benar dari mana asal dan kemana akhirnya ia akan mengarahkan hidupnya agar benar- benar sampai pada tujuan terakhir itu dan juga akan berusaha dengan  sekuat-kuatnya agar segala sesuatu yang mengarah pada tujuannya dilakukan dengan sebaik- baiknya. Tanpa keyakinan adanya hari akhir yang akan mengantarkan kepada tujuan akhir itu, orang tidak akan mempunyai arah dalam hidupnya.
b.      Proses terjadinya hari akhir
v     Peristiwa kiamat yaitu pada sat bumi di goncangkan sangat dahsyatnya hal ini berakibat bermacam-macam terhadap orang yang mengalaminya diantaranya: para wanita yang menyusui menjadi lupa terhadap anak yang di susuinya, para wanita yang sedang hamil mengalami keguguran, dan manusia terlihat seperti mabuk.
v     Bangkit dari kubur dan di kumpulkan di padang mahsyar
v     Hisab atau pertanggung jawaban
v     Melewati shirot
v     Surga dan neraka
c.       Kedudukan hari akhir dalam kehidupan muslim
v     Merupakan jawaban terhadap pendapat yang menyatakan bahwa mati dan hidup itu terjadi sendiri
v     Menyebutkan mati terlebih dahulu daripada hidup, agar mati banyak mendapat perahatian manusia, karena mati merupakan pintu gerbang baagi hidup yang abadi
v     Hidup didunia tidak ada artinya, karena bukan hidup yang sesungguhnya melainkan hanya merupakan jembatan dan jalan  bagi hidup yang sempurna diakhirat
v     Segala amal perbuatan manusia didunia baik atau buruk belum dapat dinilai yang sesungguhnya namun amal perbuatan itu akan dapat dinilai dengan sesungguhnya diakhirat nanti.
d.      Hikmah beriman pada hari akhir
v        Taqwa  orang yang taqwa mempunyai sifat-sifat: mengimani rukun iman yang enam,  selalu mengingat alloh, senantiasa menegakan solat dan giat melaksanakan ibadahnya, dermawan dan suka menolong, kalau berjanji senantiasa di tepati, senantiasa berlaku benar dan jujur, berjiwa pemberani.
v        Memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.
e.       Keadaan kehidupan di surga dan neraka. Disebutkan oleh para ulama bahwa hukum wajib, sunnah, haram, makruh, dan mubah adalah alat untuk mengukur sejauh mana seseorang layak untuk memasuki surga atau neraka. Keadaan orang di surga penuh kenikmatan yang tiada tara, bahkan minum-minuman yang pada waktu di dunia di larang di perbolehkan.  Adapun tentang pedihnnya azab Alloh di berikan bagi mereka yang ingkar terhadap perintah-perintah Alloh. karena itu, bagi mereka yang tahu tentang kualitas amalnya akan dapat memperkirakan apakah ia mengalami azab Alloh atau tidak.            
f.         Hikmah adanya surga dan neraka adalah pada hakekatnya untuk memancing semangat manusia agar berlomba-lomba menuju keridoan Alloh dan selalu waspada tentang makna semua yang dilakukan.
  1. Iman kepada Takdir Alloh.
Artinya mempercayai bahwa dalam penciptaan alam semesta termasuk Manusia Alloh telah menciptakan kepastian dan ketentuan-Nya. Terhadap makhluk selain manusia ketentuan yang diberlakukan Alloh atasnya pada dasarnya hanyalah sunnatulloh atau hukum alam saja.


a.       Hubungan ikhtiar dengan Qadha dan Qadar
Beriman kepada taqdir itu akan memberikan pelajaran kepada kita bahwa segala sesuatu yang terjadi dialam semesta ini berjalan sesuai dengan kebijaksanaan yang telah digariskan oleh dzat yang maha Tinggi yaitu Alloh. Perlu diketahui bahwa manusia tidak dapat mengetahui taqdirnya secara pasti, karena itu hanya tertulis di Lauhul Mahfudz. Maka dengan begitu terbuka kesempatan bagi manusia untuk menjadi kreatif dan dinamis dalam berikhtiar. Bahkan Alloh memberikan kepada manusia kesempatan untuk berusaha merubah nasib (taqdir) yang melekat pada dirinya.
b.      Hikmah beriman kepada Qadha dan Qadar
v     Mendorong untuk giat dan semangat bekerja
v     Menumbuhkan rasa percaya diri dan optimis
v     Dapat terhindar dari rasa putus asa
v     Menghilangkan kesombongan
C.     Pengertian Ihsan
Ihsan berasal dari kata Ahsana-Yuhsinu-Ihsaanan yang artinya”berbuat baik”. Sedangkan pengertian Ihsan menurut istilah adalah menyembah Alloh seakan-akan melihat-Nya jika tidak bias demikian maka sesungguhnya Alloh maha Melihat. Maka Ihsan adalah ajaran tentang penghayatan diri sebagai yang sedang menghadap Alloh dan berada di kehadiratan-Nya ketika beribadah. Ihsan adalah pendidikan atu latihan untuk mencapai dalam aarti sesungguhnya. Karena seperti yang dikatakan Ibnu Taimiyah diaatas, Ihsan menjadi puncak tertinggi keagamaan manusia.
Ihsan dianalogkan sebagai atap bangunan Islam (rukun Iman adalah pondasi dan rujun Islam adalah bangunanya). Ihsan berfungsi sebagai pelindung bagi bangunan keIslaman seseorang. Jika seseorang berbuat Ihsan, maka amal-amal islam lainnya akan terpelihara dan tahan lama sesuai dengan fungsinya sebagai atap bangunan.

Ihsan mempunyai landasan yaitu:
1.      Landasan Qauli
“sesungguhnya Alloh telah mewajibkan untuk berbuat Ihsan terhadap segala sesuatu” (HR. Muslim). Tuntutan untuk berbuat Ihsan dalam Islam yaitu secara maksimal dan optimal.
2.      Landasan Kauny
Dengan melihat fenomena dalam kehidupan ini, secara sunnatulloh setiap orang suka akan berbuat yang Ihsan.
Alasan berbuat Ihsan:
a.       Adanya monitoring Alloh (muraqabatulloh)
b.      Adanya kebaikan Alloh (Ihsanulloh)
                  Dengan adanya muraqaabatulloh dan Ihsanulloh maka sudah selayaknya kita berihsanuniyat (berniat yang baik). Karena akan mengarahkan kita kepada:
a.       Ikhlasunniyat (niat yang ikhlas)
b.      Itqanul ‘amal (amal yang rapi)
c.       Jaudatul adaa’ (penyelesaian yang baik)
Keuntungan seseorang jika beramal yang Ihsan antara lain:
a.       Dicintai oleh Alloh
b.      Mendapat pahala
c.       Mendapat pertolongan Alloh

D.      Hubungan Antara Islam, Iman Dan Ihsan
            Adapun kaitan antara ketiga hal tersebut yaitu Iman berkaitan dengan aqidah, Islam berkaitan dengan syariah, dan Ihsan berkaitan dengan khuluqiya. Dari ketiga hal diatas maka dalam perkembangan ilmu keislaman, ilmu terkelompokan menjadi Aqidah, fiqih, dan Akhlaq.       
            Diantara pengelompokan kata dalam agama islam ialah iman, islam dan ihsan. Berdasarkan sebuah hadist yang terkenal, ketiga istilah itu memberikan umat ide tentang rukun iman, rukun islam dan penghayatan terhadap tuhan yang maha Hadir dalam hidup.
            Setiap pemeluk islam mengetahui dengan pasti bahwa islam tidak absah tanpa iman, dan iman tidak sempurna tanpa ihsan. Dari pengertian tersebut memiliki arti masing-masing istilah terkait satu denga yang lain. Bahkan tumpang tindih sehingga satu dari ketiga istilah tersebut mengandung makna dua istilah yang lainnya. Dari pengertian inilah kita mengerti bahwa islam, iman dan ihsan adalah trilogy ajaran Ilahi
 
DAFTAR PUSTAKA
H.Aunur Rahim Faqih. 1997. Aqidah Islam.Yogyakarta: UII Press.
H. Tarmidzi S.2000. Aqidah Akhlaq. Jakarta: DepAg RI.
Drs.Tahrir, Team MGMP. 2006. Esensi Agama Islam. Yogyakarta: Karya Pustaka.
Hussain, Muhammad Fadhlullah, 1995, Logika dan Kekuatan Islam, Mizan, Bandung. 

0 komentar:

Poskan Komentar